Senin, 19 Agustus 2013

ORO-ORO OMBO, CEMORO KANDANG

bernaung diteduhmu, menanggalkan beban dipundak... meluruskan kaki-kaki lunglai
ramah sapa angin yang berbaur dengan ranting cemara, menjadi senandung ditelinga para pengembara

mata ini semakin ingin terpejam,..
tatkala semerbak lavender Oro-oro Ombo membelai dengan mesranya
bersandar pada batang yang menjulang, beralas permadani cemoro kandang..

kau tak istimewa, namun wujudmu begitu mempesona...
menjadi persinggahan setiap insan pemburu negeri atas awan
ketika angin mulai bertiup kencang, senandung seoalah badai yang siap menerjang
damaimu adalah angin dan hadirmu adalah pertanyaan...
Cemoro kandang, kau adalah persinggahan yang tak pernah kami lupakan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar