Senin, 10 Februari 2014

Balikpapan dan Sebuah Teluk Diambang Kehancuran


Semarak hari jadimu terisi suara yang bgitu merdu...
gelak tawa para punggawa, penguasa dan jelata terdengar diseluruh sudut kota
kasat mata...kau nyaris sempurna

Jutaan ucapan mengalir bagai hujan
setumpuk hadiah berserakan laksana sampah...
namun tak jauh ditepimu, pembantaian dengan suburnya
ribuan mata yang melihat hanya membisu, diam tak bergerak seolah batu...

Balikpapan, kotamu tengah bersenang-senang,
sementara telukmu...diambang kehancuran, ekosistemnya menunggu kepunahan

Tergerus Sikap Autis yg tak berfikir masa depan
tercoreng tinta penguasa yang semakin arogan...

Balikpapan, akankah telukmu hanya menjadi sebuah kenangan?

"Balikpapan, 10 Februari 2014