Sabtu, 28 Februari 2015

Negeri Katanya

di Negeri ini yang katanya sudah merdeka
rakyat masih berjuang dengan semangat 45...
untuk mendapat kehidupan layak dan hak-haknya

di Negeri ini yang katanya sudah merdeka
perbudakan tumbuh subur dan dipelihara
alih-alih mengayakan negara,
lewat badan usaha, negara malah memperbudak anak bangsa dengan perbudakan modernnya

di Negeri ini yang katanya sudah merdeka
jelas-jelas menolak dan memberangus habis komunis yang katanya anti tuhan
tapi juga memelihara dan memupuk kapitalis yang jelas-jelas penuh kebiadaban...

mengeruk kekayaan negara & memperbudak kaum bawah dengan penindasan

di Negeri ini yang katanya sudah merdeka
petani berjuang dengan sabit dan cangkul, melawan aparat bersenjata dengan yang tak segan memukul
mempertahankan tanah mata pencaharian yang akan direbut dan dijadikan apartememen para bajingan...

di Negri ini yang katanya sudah merdeka
para ahli agama tak lagi layaknya beragama
saling mencaci demi pasangan yang didukungnya

di Negeri ini yang katanya sudah merdeka
para sejarawan berteriak hingga tanpa suara
meneriakkan bukti sejarah para pejuang...
yang sengaja dikaburkan hinga pemudanya benar-benar melupakan

dan di Negri ini yang katanya sudah merdeka
orang bisa mati karna bersuara... dan kami masih terus mencari pembuktian atas kata-kata Merdeka

kau, Keinginan

Terkadang aku ingin seperti matahari,
Dimana dia tak pernah bersuara, tapi kita tau &merasa jika dia ada..
Menyinari tanpa meminta arti,memanaskn tnpa membakr..
Terkadang aku ingin seperti rembulan,
Mebias sinar meski tak bersinar..menciptakan kemilau pada danau yg sebenarnya tak berkilau
..keadaanku adalah sebuah peristiwa dimana aku harus terus membaca lalu menulis kemudian menyimpannya
..begitulah cara membunuh keinginan itu
Seperti ketika kuajak kau berlari, tertawa & menari..
Kita seperti sama-sama bahagia & tak apa-apa
Dedaunan mengiringi gerakn.kita, sebagian lagi menyaksikn dengan seksama..layaknya kamera yang adegan drama
Tentu saja aku penulis, dan kau adalah keinginan itu..